Alhamdulillah…
Meski dengan jantung yang berdegup kencang, wajah yang berubah-ubah warna dari merah, pucet, padam, putih, hitam, abu, biru dan ungu, aku pun mengatakan maskud kedatanganku kemarin sore yang… well… seorang diri ke sebuah rumah di daerah jati raya, pondok labu.
Bukan nekat, bukan apa… bukan pula terburu-buru atau terpaksa.
Almarhum ayahku dulu juga melakukan hal yang sama tanpa membawa siapapun. Dan rasanya aku akan jauh lebih bangga bila bisa melakukannya seorang diri terlebih dahulu karena ibuku berharap aku bisa melakukan lebih dari apa yang almarhum lakukan dulu.
Hal ini sudah aku rencanakan, dalam waktu dekat ini ingin aku maju dan tidak terhalang oleh apapun. Namun mengapa akhirnya aku mempercepat lagi waktunya, karena aku merasa kemarin dapat menjadi waktu yang tepat untuk meminta (kalau tidak bisa disebut melamar) Cle dari orang tuanya. hei… tak perlu bertanya lebih lanjut, setiap orang punya pendapat, perhitungan, dan pertimbangannya sendiri… Yang jelas, bukan karena nekat, terburu-buru ataupun terpaksa. Semua memang sudah terencana, namun waktu memang selalu bisa tentative.
Alhamdulillah setelah sedikit berbicara–dalam hal ini aku sendiri tak mengerti mengapa aku tidak bisa “sebawel” biasanya–dan tidak berpanjang lebar dalam menyampaikan maksudku untuk meminta (lagi-lagi bila tidak/belum bisa disebut melamar) Cle dengan kesungguhan hati dari orang tuanya, tanpa ada prosesi yang aneh-aneh… hanya kedua orang tuanya, kakak laki-lakinya, serta eyangnya yang belakangan masuk ke ruangan setelah sebelumnya istirahat, serta tentu saja Cle yang aku “hadapi” di depanku, aku DITERIMA oleh keluarganya diwakili oleh kepala keluarga. Hei.. bukan waktu sebentar loh… butuh menjawab beberapa pertanyaan yang “bisa terasa menjebak”, tapi harus juga bisa dijawab dengan jujur dan tak perlu berpolitis yang penting taktis…
Kemudian mendengarkan wejangan-wejangan dari kedua orang tua serta eyangnya.. baru deh ayahnya menjabat tanganku…. lega.. alhamdulillah, ya Allah.
Tapi, semua ini juga mungkin ga akan berjalan semulus itu kalau ga ada “bantuan” dari Cle yang dengan caranya sendiri–well, yang mengenal Cle pasti tau bagaimana kira-kira “cara” dia– ikut menyatakan kesiapan dan kemauannya di depan keluarganya.
Sekarang… melanjutkan sebuah perjalanan dan perjuangan baru berdua. Persiapan bukan hal yang mudah.. tapi semoga dimudahkan olehNYA.
Dan tentu saja, seperti yang kami rencanakan…. segala persiapan harus bagus dan tidak ada kesalahan sedikitpun… ini kan masalah KAWIN LARI.
Please, jangan sampai orang tua kami mengetahui rencana ini…
Popularity: 10% [?]