Mengapa beruang tumbuh besar?
dari mail seorang teman.
Seekor beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dengan sabar di tepi sungai deras. Waktu itu memang tidak sedang musim ikan. Sejak pagi ia berdiri di sana mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air. Namun, tak satu juga ikan yang berhasil ia tangkap. Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya… hup… ia dapat menangkap seekor ikan kecil. Ikan yang tertangkap menjerit-jerit ketakutan.
Si ikan kecil itu meratap pada sang beruang, “Wahai beruang, tolong lepaskan aku.”
“Mengapa,” tanya sang beruang.
“Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos lewat celah-celah gigimu,” rintih sang ikan.
“Lalu kenapa?” tanya beruang lagi.
“Begini saja, tolong kembalikan aku ke sungai. Setelah beberapa bulan aku akan tumbuh menjadi ikan yang besar. Di saat itu kau bisa menangkapku dan memakanku untuk memenuhi seleramu,” kata ikan.
“Wahai ikan, kau tahu mengapa aku bisa tumbuh begitu besar?” tanya beruang.
“Mengapa?” ikan balas bertanya sambil menggeleng-geleng kepalanya.
“Karena aku tak pernah menyerah walau sekecil apa pun keberuntungan yang telah tergenggam di tangan!” jawab beruang sambil tersenyum mantap.
“Ops!” teriak sang ikan.Dalam hidup, kita diberi banyak pilihan dan kesempatan. Namun jika kita tidak mau membuka hati dan mata kita untuk melihat dan menerima kesempatan yang Allah SWT berikan maka kesempatan itu akan hilang begitu saja. Dan hal ini hanya akan menciptakan penyesalan yang tiada guna di kemudian hari, saat kita harus berucap : “Ohhh….Andaikan aku tidak menyia2kan kesempatan itu dulu…??”.
Maka bijaksanalah pada hidup, hargai setiap detil kesempatan dalam hidup kita. Disaat sulit, selalu ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan; disaat sedih, selalu ada kesempatan untuk meraih kembali kebahagiaan; disaat jatuh selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali; dan dalam kesempatan untuk meraih kembali yang terbaik untuk hidup kita.
Bila kita setia pada perkara yang kecil maka kita akan mendapat perkara yang besar. Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi sebuah kesempatan yang besar.
kebetulan dapat mail ini dari seorang teman di kantor, menyambung dari dua buah pesan yang datang malam tadi dan sempat mengganggu jam istirahatku. kesempatan (yang kecil) itu sudah pernah datang, sudah pernah dijanjikan, sudah pernah ditawarkan. tapi di saat yang sama (meski sampai akhir) ternyata kesempatan (yang mungkin merupakan keinginan sesungguhnya) itu tidak juga kau ambil.
aku pernah mengatakan, bahwa kau dan hanya kau saja yang akan menjalani apa yang akan kau pilih, dan kini apakah yang kau pikir setelah seluruh apa yang aku punya aku pertaruhkan hanya untuk menanti 7 hari itu dan kau tetap tidak berontak seperti yang mungkin seharusnya (atau mungkin sebenarnya ingin) kau lakukan hanya berpikir untuk orang lain (maaf kalau mereka aku sebut sebagai orang lain) dan membahagiakan mereka?
hidup ini memilih, dan setiap detil pilihan harus diperhatikan, karena pilihan bukan untuk saat ini, tapi akan terus menelurkan hasil hingga akhir nanti. nikmati apapun pilihan yang kau ambil, biarkan yang ada di belakang sebagai kenangan, tapi tetap sadari bahwa pilihan itu sudah membuahkan konsekuensi dalam sedetik setelah pilihan kau ambil.
terima kasih masih menyimpan rasa itu, tapi aku sudah tak lagi membutuhkannya, berikan pada yang lebih berhak memilikinya.
powered by performancing firefox

Tanggapan dari dimitri
melayang pada 5 Februari 2007 pukul 2040
ya.. *sigh* merelakan yang sudah terjadi merupakan kesulitan menahun untuk banyak orang, berhenti belajar dan kemudian siapapun akan mati…
Tanggapan dari nuha
melayang pada 7 Februari 2007 pukul 922
setuju!!
kalo sudah memilih maka harus bertanggung jawab dengan pilihan yang dipilih..
sedangkan Tuhan saja tidak pernah memaksa makhluk-Nya, lalu kenapa makhluk-Nya
justru menyalahkan Tuhan karena Tuhan tidak memberi pilihan..
dan lagi, mana mungkin kita bisa membahagiakan orang lain kalau kita sendiri tidak
pernah bahagia atau tidak dalam keadaan bahagia..
jangan membohongi diri sendiri (ga nyambung ya? nyambung aja deh yaa)
piss ah..
erik, kapan gw dikasih kado?
Tanggapan dari knia
melayang pada 7 Februari 2007 pukul 924
suka sekali dengan cerita beruang di atas…
tapi terkadang susah u membuat pilihan apalagi kalo keduanya sama2 penting….
semoga aja kesempatan itu bakal datang lagi…
bwt Bro Erik makasih banget ya udah berbagi cerita itu….
(…duh semoga komentar ini ga diketawain seseorang…)
Tanggapan dari erik
melayang pada 7 Februari 2007 pukul 924
memilih memang sulit, dan pilihan akan selalu ada, itu yang aku percaya. jadi pada
saat kita dihadapkan pada suatu pilihan, kita harusnya bisa meluangkan waktu untuk
melihat kedepan.
mana sih pilihan atau kesempatan yang lebih baik dan mungkin lebih sedikit resikonya
atau mungkin yang lebih tidak merugikan diri sendiri? karena setiap pilihan pasti
mengandung resiko.
tapi itulah yang namanya pilihan.
_nuha : kado apaan?