Selamat jalan saudaraku

English version click here.
Last update on November 17th, 2008.

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.
Telah berpulang ke rahmatullah, seorang yang sudah lebih dari sekedar saudara, seorang sahabat terbaik, seorang teman yang tak tergantikan, seorang kawan yang masih selalu terjaga idealismenya, seorang pejuang yang tak pernah mengeluh, salah satu putera terbaik bangsa ini, Faizal Riza (Ical), Astonomi ITB 97, PSIK-ITB 97, di Makassar pada Hari Jumat, tanggal 31 Oktober 2008 pukul 09.30 WIB dikarenakan sakit.
aa-p3082218.jpg
Ical, kelahiran Makassar, 24 Mei 1979 dimakamkan di pemakaman keluarga di kota kabupaten Pangkep, kurang lebih 60 km dari Makassar setelah disemayamkan di rumah duka, jl. Monumen Emmi Saelan no. 96, Makassar pada hari Sabtu, 1 November 2008 pukul 09.30 waktu setempat.

aa-p8174956.jpg

Demi Tuhan, Bangsa, dan Almamater bergema di dalam hatiku
Demi Tuhan, Bangsa, dan Almamater bergema di dalam hatiku
kucinta rakyatku, kucinta negeriku kucinta tanah airku
kucinta rakyatku, kucinta negeriku kucinta tanah airku
Bergerak, kita bergerak Satukan tekad, satukan langkah
Hentak kaki kita bergerak Semangat juang wujudkan cita
Demi Tuhan, Bangsa, dan Almamater…

*note: saat ini, kata “demi” dalam lirik tersebut dirubah menjadi “untuk”.
aa-p3082092.jpg
Ical (29) bagiku adalah lebih dari sekedar sahabat, jikalau ada yang lebih dari sahabat terbaik, maka ia adalah orang tersebut. Mengenalnya selama kurang lebih 11 tahun semenjak tahun 1997 membuatnya menjadi seorang saudara, meski jari tengah sempat menjadi salam bagi kami. Selama mengenalnya, aku hampir tak pernah mendengar ia mengeluh, mengeluhkan apapun. Seorang yang tegar, kuat, pejuang sejati, yang selalu siap membantu siapapun dalam kondisi apapun.
aa-p3082150.jpg
Seorang teman sempat mengatakan padaku beberapa malam yang lalu, dimana ada erik disitu ada ical, dan Ical adalah satu-satunya orang di dunia ini yang benar-benar tau tentang aku dan semua rahasiaku. Namun sekarang sudah terkubur bersamanya, seperti janji yang selalu ditepatinya, apa yang masuk, tidak akan keluar lagi.
p1010066-copy.jpg
Reformasi 98, gunung berapi Papandayan, tsunami Aceh, bencana Bantul, adalah sedikit dari banyak sekali tentang Ical selama aku mengenalnya. Berbuat dan lakukan,jangan banyak bicara, itu yang terlihat pada dirinya dengan keseharian yang rendah hati, setia, dan bersahaja. Semoga aku bisa banyak belajar darinya.
Akan terlalu banyak kata, kalimat dan halaman yang tertulis jika aku diminta menulis semua tentangnya dan cerita yang aku tau tentangnya.

Ical, sobat, sahabat, saudaraku. Hormat dan salut untukmu. Baik-baik kau disana, selamat jalan dan sampai berjumpa lagi saat aku harus menyusulmu.

I love you, bRO.
Doa kami selalu bersamamu.

aa-01112008047.jpg
from dust to dust, bRO..

–below is updated on 2008/11/17–
Others speak about him:

Remembering Ical
Semoga Beristirahat Dengan Tenang Kawan
Faisal Riza - Seorang Kawan Yang Pergi Meninggalkan Senyum
selamat jalan Kakak
Selamat Jalan Septerra
selamat-jalan-kawan
Si Ical, si Betty, Saudara Sepemuhriman
In-Memoriam Faisal Riza (Ical) PSIK 97
Selamat Jalan Ical
Sahabat. In Memoriam. Rest In Peace Bro.
Lagu Untuk Ical: No One But You (Only The Good Die Young), By Queen
Friend
Selamat Jalan Pejuang - In Memoriam Ical
In Memoriam Seorang Pejuang
In Memoriam Faisal Riza - Ical
Sumpah Pemuda, Mati Muda
Faisal Riza (1979 - 2008)

Popularity: 100% [?]

13 buah tanggapan »

  1. Tanggapan dari erikNo Gravatar

    melayang pada 7 November 2008 pukul 1330

    English version:

    Farewell, my brother…

    Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.
    Passed away, a man whom was (and still is) more than a brother, best of best friends, irreplaceable person, a friend with his idealism, a fighter whom never complaint, one of the best son of this country, Faizal Riza (Ical), Astronomy 97, PSIK-ITB 97, in Makassar (South Sulawesi) on Friday October 31st, 2008 at 09.30 am West Indonesia Time (10.30 am local time) cause of ill.
    Ical was born in Makassar, May 24th, 1979. The funeral was committed at family cemetery in Pangkep district, approximately 60 Km from Makassar, after the procession at the family house in Monumen Emmi Saelan street number 96, Makassar on Saturday November 1st, 2008 09.00 local time.
    “Some lyric” (the song written by him for ITB)
    *note: now the word “demi” (eng: in the name of) in the lyric changed to “untuk” (eng: for).
    Ical (29) for me is more than a best friend, if only there is something more than best of the best friends, the he must be him. Knowing him for 11 years since 1997 made him as my brother, even though middle finger was once is our salutation for each other. I was so rarely heard him complaint, about anything at all. He was a strong man, a true fighter, and always ready to help anyone in any conditions.
    A friend told me the other day, Ical will be anyplace where erik is there, and ical was the only person in this world whom truly knows about me and my secrets. But now everything buried with him as his promise that what comes in his ears will never comes out.
    1998 reformation, Papandayan mount eruption, Aceh tsunami, Bantul, are a little count of many things about ical since I know him. Do and did, never talk too much, that what we will see from him, the man with loyalty, modest and simple in his daily life. I wish I could learn much from him.
    There will be too many words, sentences and pages only to wrote things about him that I know.
    Ical, my bRO, best friend, my brother. Salute and respect for you. Take care there, farewell and see you again when I have to go there.
    I love you, bRO.
    Our pray will always be with you.
    from dust to dust, bRO..

  2. Tanggapan dari hendraNo Gravatar

    melayang pada 8 November 2008 pukul 1042

    Semoga almarhum ichal diterima disisi NYA. Amin.

    yup from dust to dust bro.

  3. Tanggapan dari erikNo Gravatar

    melayang pada 8 November 2008 pukul 2011

    insya Allah.. Qta kirim doa n al-fatihah aja utk almarhum..

  4. Tanggapan dari alam (ibu foundation Indonesia)No Gravatar

    melayang pada 9 November 2008 pukul 213

    Cuma doa yg bs kita berikan untuk melapangkan jalannya dan menerangkan tempatnya…

    Kau pergi dgn mewariskan semangat, saudaraku….

  5. Tanggapan dari erladhiNo Gravatar

    melayang pada 9 November 2008 pukul 2115

    sy yakin semangat almarhum akan selalu hidup di antara, kita, insyallah, amin

  6. Tanggapan dari erladhiNo Gravatar

    melayang pada 9 November 2008 pukul 2119

    lupa, pict kedua dr bawah…

    itu awal² sy kenal almarhum, dengan “ledengan, cacian, makian” tp itu yg mbuat kita akbrab.

    sekali lagi makasih banyak Ical, kau seorang teman, sodara, juga guru bwt saya :)

  7. Tanggapan dari anikNo Gravatar

    melayang pada 9 November 2008 pukul 2129

    I was very sad and surprised when I got it.
    But..thank you for everything, Ical.
    I like you. You were my best funny friend….yes..you ARE.
    I’m very happy to see you in my life…
    Thank you..

  8. Tanggapan dari erikNo Gravatar

    melayang pada 10 November 2008 pukul 933

    anik : Everyone surprised when they heard the news. but, good man die young…
    and Ical was a very good man for the earth.. just pray for him, coz that is the only thing we could do for him now.
    erladhi : he was (and is) one of our best friend, brother, teacher… and he is the best.
    alam : insya Allah.. doa tak kan berhenti mengalir untuknya…

  9. Tanggapan dari rusleNo Gravatar

    melayang pada 10 November 2008 pukul 1323

    seorang sahabat terbaik yg pergi tentu tak pergi tanpa wasiat..
    wasiatnya mungkin tak dituliskan dalam kertas dan pena, tapi dalam kenangan yang tak lekang…amin

  10. Tanggapan dari rereNo Gravatar

    melayang pada 10 November 2008 pukul 1653

    “Saya bakal bikin film 5 cm re…”
    “Wah seriusan bang?”
    “Iyah… liat ajaa..”

    Optimisme nya gakan pernah terlupakan…

  11. Tanggapan dari ganjarNo Gravatar

    melayang pada 11 November 2008 pukul 2118

    ical tak pernah menyia-nyiakan kesempatan ataupun kebaikan.. dia selalu bereaksi dengan akal sehat.. saya belajar banyak.. tapi hanya sedikit yang bisa saya tiru.. he is one of a kind.

  12. Tanggapan dari erikNo Gravatar

    melayang pada 12 November 2008 pukul 828

    rusle : wasiat yang sangat banyak dan pasti bermanfaat, melakukan kebaikan dan menolong tanpa berpikir dua kali…
    rere : ya, sayang sekali optimisme sebesar itu tidak didukung oleh tim yang kompeten pada saat itu.. ical yang selalu optimis..
    ganjar : mungkin bisa kita tiru untuk tidak berpikir berulang kali pada saat kita sadari bahwa kita bisa menolong orang lain dengan apa yang kita punya/mampu..

  13. Pingback dari Selamat Jalan Kawan. | SimplyVie

    melayang pada 16 November 2008 pukul 748

    [...] Lagu Untuk Ical: No One But You (Only The Good Die Young), By Queen Remembering Ical¦ Selamat jalan saudaraku Sahabat¦ In Memoriam¦ Rest In Peace Bro¦ Faisal Riza - Seorang Kawan Yang Pergi Meninggalkan [...]

Tulis komentar anda

XHTML: Ada dapat menggunakan tag-tag berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>