Jadi ingat, terakhir kali ke sana tahun 1996, berarti sudah hampir 13 tahun yang lalu. Itu pun tidak sempat menjelajahi banyak tempat di kota yang istimewa itu. Mungkin karena cape setelah jalan beberapa hari dari pantai di kawasan Cilacap hingga pantai Parangtritis di selatan Yogya.
Minggu lalu, karena ada undangan untuk sosialisasi pengisian pelaporan survey dan pengeboran dari BPMigas, akhirnya aku berangkat lagi ke kota yang “unik” ini. Ga tanggung-tanggung, 1 minggu full…
Yogya, ga banyak berubah. Malioboro masih tidak berubah, kecuali tambahan halte “trans jogja” yang menjadi pilihan transportasi umum yang cukup nyaman bagi masyarakat maupun pendatang. Kraton dengan acara “Sekaten” yang juga tidak berbeda jauh dengan 13 tahun lalu aku datangi, meski bedanya kali ini aku hanya lewat dan… sore hari.
Borobudur, well… dibanding dengan hampir 15 tahun yang lalu aku kunjungi, sekarang sudah jelas jauh lebih bersih dan tertata lebih rapih. Papan petunjuk, larangan, dan peta sudah lebih lengkap dan tertata di tempat yang tepat. Selebihnya, tak banyak berubah… ya jelas saja, memangnya ada yang mau ngerubah-rubah bentuk borobudur? perbaikan mungkin ada, tapi…. dirubah? gila kali otakku mikirinnya…
Hari pertama makan malam bareng Iik, Rara, dan Coy di sebuah tempat yang makanannya emang enak, lesehan di sebuah pinggiran jalan entah dimana itu. Malam kedua, makan di daerah malioboro bareng sama Beny, Yiska, dan… well… forgot agian his name.
Berbeda dan sangat menyenangkan tentu saja karena sore hari kedua, Selasa itu, Cle nyusul ke sana… wow… spending times together with the one we love in a very unique and great city, pastinya menyenangkan. Dan itulah yang terjadi, menyenangkan dan mengasikkan… Padahal cuma jalan-jalan dikit doang, dari Malioboro, melipir sampai ke alun-alun selatan di mana sepasang pohon beringin berdiri untuk dilewati lorong diantaranya oleh orang-orang yang tertutup matanya dengan harapan doanya menjadi nyata. Dengan akhirnya menemukan beberapa tempat unik yang selama ini ga pernah kepikiran bisa ketemu kalo ga jalan kaki.
Next time, pengen banget jalan-jalan lagi (dengan kaki tentunya) tanpa peduli ke arah mana, sambil nyari tau apakah masih banyak tempat unik di Yogya yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Hunting tanpa berpikir apapun yang akan aku photo, dan girang pada saat menemukan objek yang ga aku sangka-sangka.
Malamnya ketemu ama Ebonk dan Iik, karena Iik baru aja di wisuda, dan kami di ajak makan malam bareng. Yang ga disangka adalah ternyata diajaknya bareng sama seluruh keluarganya juga… Serasa terjebak dengan perasaan aneh berada di keluarga orang lain tanpa persiapan seperti itu.
The next day, jalan ke Borobudur, kali ini bareng ama Ijal juga. Mencoba menggunakan kendaraan umum, berbeda dengan 15 tahun lalu, menggunakan bis dari perjalanan wisata semasa SMP-ku… buset dah, udah lama banget yak?
Masih tetap menganggap bahwa anak tangga di borobudur sangatlah tinggi, agak sulit untuk melangkah tanpa memperhatikan pijakan. Seperti biasa, frame dalam kamera akhirnya banyak sekali berisi wajah Cle, apalagi dengan warna pakaiannya yang begitu kontras dengan background dinding batu borobudur, pastinya terlihat asik sekali kan? dan.. indah…
Next day was “hari tidur” untuk Cle. Dan sosialisasi hari itu pun selesai sangat cepat, tak sampai tengah hari dan semua acara Sosialisasi pun di tutup. Stays at the room, dan hanya keluar sebentar untuk membali rokok dan makan, tapi tetep dimakan di kamar.
Hari terakhir, di isi hanya dengan hunting oleh-oleh doang, tapi hanya seputaran malioboro, pabrik bakpia, dan kaos oblong dagadu. and back to the hotel…. Sedikit menikmati becak Yogya yang memang murah dan menyenangkan. Sedikit masuk angin setelahnya.
Setelah kembali ke hotel, keluar lagi sebentar untuk makan di pecel solo, yang cuma beberapa puluh meter dari gerbang hyatt regency Yogyakarta, sekalian nyari hotspot gratisan. Mengundang lagi Ijal untuk gabung, dan ngopi sampe akhirnya jam tutup tempat tersebut -yang hanya sampai 22.00, padahal malam minggu- kami harus keluar dan kembali ke tempat masing-masing.
Minggu, check out, muter hotel dikit, bandara, terbang deh ke Jakarta… sayang sekali, cuma sebentar di sana. Tapi bahagia juga karena bisa dapet liburan… bersama Cle pula, what a wonderful days.
Thanks, my dear Cle…
Popularity: 22% [?]
jadi kapan neh kita ke jogja lagi bro? ikutan ah kalo boyeh hehehe
wah, jadi pengen ke Jogja lagi…
BTW makasih oleh-olehnya hehehe…
Jogja sekarang lebih bersih apa makin kotor yah?
Belum liat juga bekas-bekas gempa dahsyat jaman dulu…
Pingback: cleferik » Extraordinary Art & culture of Yogya